2.1K
Karena pada akhirnya kita harus sadar, bahwa yang menjadi perekat hubungan kita dengan pasangan adalah diri kita berdua. Bukah smartphone. Bukan juga yang lain.

1. MERASA KESAL KARENA SI DIA TIDAK SEAKTIF KITA DI SOSMED

Lebih kesal lagi karena pasangan kita malah tidak punya akun Facebook, Instagram atau Path sama sekali sehingga kita selalu kesulitan setiap kali akan nge-tag dia saat posting foto atau momen kebersamaan. Padahal kenapa harus kesal? Apakah kita segitunya harus menyertakan atau menyantumkan nama pasangan kita? Supaya orang tahu kita benar-benar pacaran? Supaya seluruh dunia tahu kalau kita tidak pura-pura punya pasangan seperti banyak selebriti ibukota demi supaya diberitakan?

2. MERASA KESAL KARENA SI DIA TIDAK PERNAH NGE-LIKE POSTINGAN KITA.

Sudah begitu, kita semakin kesal karena beberapa kali kita mendapati pasangan kita justru nge-like postingan orang lain. Dari sinilah biasanya drama itu dimulai. Muncul pertanyaan tidak penting dalam benak kita. Apakah kita kurang cantik/ganteng? Apakah postingan kita norak? Apakah dia sudah tidak sayang lagi pada kita? Apaka itu tanda-tandanya dia ingin putus?? Dan berbagai ‘apakah’ lainnya yang semakin tinggi level dramanya.

3. MEMBANDINGKAN SI DIA DENGAN PASANGAN ORANG LAIN

“Lihat deh si Anu. Dia punya banyak posting foto bareng pacarnya, lho. Terus si Inu bahkan tiap hari posting foto dinner dengan pacarnya. Seru!”. Jadi begini, ya. Di dunia ini tidak ada orang yang suka dibanding-bandingkan. Apalagi jika dibandingkan untuk sesuatu yang tidak penting. Jangan sampai kita lupa bahwa dalam dunia nyata, banyak hal-hal baik yang pernah dilakukan oleh pasangan kita yang mungkin luput dari ‘bidikan’ kamera smartphone kita. Stop comparing, because we’ll only spoil the great thing we already have.

4. SI DIA TIDAK MENGGANTI STATUS HUBUNGANNYA DI FACEBOOK

Padahal kita sudah semangat ‘45 langsung mengganti status ‘single’ di Facebook menjadi ‘in relationship with’ hanya selang beberapa menit setelah jadian. Sementara sudah berhari-hari, si dia masih saja tetap belum menggantinya. Apakah dia malu? Apakah dia tidak bangga memiliki kita sebagai pasangannya? Hati-hati. Jangan berasumsi, lho. Jangan lupa, di dunia ini tidak semua orang rajin mengecek Facebook seperti kita. Siapa tahu si dia lupa dan hanya butuh untuk sekedar diingatkan.

5. MEMONITOR AKTIVITAS SOSIAL MEDIA PASANGAN

Okay. Mungkin kita yang memang terlalu banyak memiliki waktu luang. Sehingga hari-hari kita akan dipenuhi kejutan tidak menyenangkan seperti, “Lho kok dia check-in Path di situ?? Bukannya dia hari ini kuliah, ya?” Berhentilah menjadi CCTV berjalan. Biarkan pasangan memiliki dunianya sendiri, dan kita juga hidup dengan dunia kita sendiri. Selama kita berdua sama-sama memahami, bahwa keduanya tahu batasnya. Dan selama sedang berduaan, dunia hanya milik berdua. Yang lain hanya ngontrak.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "INILAH ALASAN MENGAPA SOSIAL MEDIA BISA MERUSAK HUBUNGAN KAMU DENGAN PASANGAN.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Zetta Media | @zettatrivia

Silahkan login untuk memberi komentar

OR SUBSCRIBE