Cara Mengatasi Kesurupan Dalam Islam

By | May 8, 2020
0 Shares

kesurupan adalah suatu masalah terjadi pada manusia dimana ragamanusia yang kosong dimasuki oleh makluk lain yang berasal dari duia lain.

Mengapa Terjadi Kesurupan ?

mengapa kesurupan terjadi ? ini adalah pertanyaan umum yang orang awam sering tanyakan, kesurupan terjadi karena adanya ruang kosong yang ada pada manusia yang dimaksud ruang kosong ini adalah sisi kesadaran manusia,

terjadinya kesurupan karena kita sering melamun dan memikirkan hal-hal yang di luar nalar.

Antisipasi Kesurupan

sebelum kita membahas cara mengatasi kesurupan terlebih dahulu akan kita bahas cara antisipasinya,

antisipasi kesurupan lebih cenderung kita kaitkan dengan agama namun taukah anda untuk bisa mengantisipasi kesurupan maka agama dan pikiran harus kita hubungkan yakni beberapa diantaranya :

  1. Berpikiran positif
  2. Kurang-kurangi berhayal.
  3. Banyak-banyak menyebut nama tuhan.
  4. Perkuat iman.

Cara Mengatasi Kesurupan

Cara mengobati kesurupan ini dilakukan dari dua pihak. Pertama dari pasien yang sakit itu, dan kedua dari orang yang mengobatinya.
Bagi pasien yang kesurupan, ia harus menguatkan diri dan tidak mudah menyerah dengan penyakit yang menyerangnya, ia harus mempergiat ibadah kepada Allah dan banyak membaca ta`awwudz, juga doa-doa sahih yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam kepada umatnya, sehingga hati dan lisannya menjadi terbiasa dengan doa dan ta`awwudz-ta`awwudztadi.
Sedangkan dari pihak yang mengobati, ia juga harus melakukan hal yang sama, seperti mempergiat ibadah dan semakin mendekatkan hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan diutamakan bagi orang yang mengobati ini, adalah seseorang yang mengerti betul tentang Jin dan syetan, mengerti betul dari arah mana saja syetan itu merasuki jiwa manusia.
Contohnya adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu, beliau seorang alim yang sangat terkenal, sampai bangsa Jin pun mengenalnya. Ketika beliau menghadapi pasien yang kesurupan, Jin itu berkata kepada beliau: “saya akan keluar karena kemuliaan yang ada padamu.” Ibnu Taimiyah menjawab: “tidak! Tapi keluarlah karena taat kepada Allah dan rasul-Nya.”
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: Seringkali Syaikh kami [Ibnu Taimiyah] saat meruqyah orang yang sedang kesurupan, beliau membaca ayat ini di telinga pasiennya:
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (المؤمنون: 115)
“Apakah kalian mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian hanya untuk main-main (saja), dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minun : 115).
Beliau juga sering membaca ayat Kursi saat mengobati sang pasien. Bahkan menyuruh setiap pasien dan yang mengobati, untuk senantiasa membaca ayat kursi dan al-mu’awidzatain [Surat an-Nas dan al-Falaq].
Jika ruh yang merasuk ke dalam tubuh seorang manusia sangat nakal, suka membangkang dan tidak mau keluar, maka cara mengeluarkannya adalah dengan memukulinya (Zaadul Ma`ad: 4/68).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *